I'm thinking about him every night before I got to sleep, and he's the first thing popped in my mind when I awake in the morning. I just miss him so much. A lot. So bad. I want to kiss him, hold him tight and just laying in bed, cuddling up. I want his lips on mine, I wanna look into his eyes and see myself in there, hands in hands and knowing he will never ever let me go and we're gonna make it works somehow.
How I wish I could kiss him goodnight!
Anyway, it's the old pic of us. It's taken a year ago. And that is so sad. Ironic.
13 February 2012
12 February 2012
11 February 2012
A week of me ☼
![]() |
| Somehow it looks like PSA from Education Minister LOL (yeah it's a freak-ads-students-jokes) |
![]() |
| Left to Right: Genki, Me, Gemma and Duta |
![]() |
| A classmate girlfriend in ITKP, Gemma ♥ |
| Back to high school uniform with Duta & Gemma |
![]() |
| Late lunch! |
| My spoon & chopstick box for lunch (sometimes I used it for pencil case) |
| A Christmas present from Red |
| View from my bed (upside) |
| Gee that's BIG feet I had :( |
| National Museum: new building |
| National building: old building |
| Little flirty before lunch with Jean! |
| View from my study room while my morning-phone-call |
| One orange 6.30 PM yesterday |
9 February 2012
Entah sejak kapan
Sejak kapan bau membawa duka, dan harum sanggup membunuh?
Ini adalah satu wangi yang takkan terlupa.
Bahkan setelah aku mati.
Asap rokok melekat.
Ringan, namun pekat.
Tajam.
Namun semakin halus acap kali terendus.
Wangi kopi yang kau minum.
Pagi, untuk menyemangatkan harimu.
Larut, saat kau masih terjaga.
Aroma parfum.
Entah yang kau kenakan saat pagi.
Atau inilah bau tubuhmu.
Yang selalu terekam indera.
Sejak kapan memori dapat membakarku hidup-hidup?
Jalanan yang dulu kita langkahi bersama,
kini dengan getir aku melangkah. Sendiri.
Senyum yang kukira akan selalu terjangkau,
kupandangi dengan takzim di momen yang jarang.
Lagu yang mengalun merdu bersamamu,
Sumbang saat aku diam.
Memikirkanmu, seorang diri, berharap punya sayap.
Sejak kapan mimpi memporakporandakan hari?
Tak pernah sebenci itu.
Aku, melihatmu.
Hanya karena tak ada tanganmu untuk kusentuh saat membuka mata.
Senyuman, ucapan, tarikan napasmu.
Keberadaanmu di jagad raya, di sisiku.
Hanya air mata yang menari,
seolah memanggilmu.
Untuk kembali,
ke sisi.
Subscribe to:
Posts (Atom)


















